Latest Posts


00.00 

20 March 2024

"Selamat ulang tahun sayang.." said my husband while he entered our bedroom with a light of a tiny candle in his hand.

I suddenly cover my face under the blanket, and smile under it. Aku salting. Berdebar-debar sedikit, padahal bukan tahun pertama melewati hari ulangtahun sama dia.

Lalu dia memelukku, mencium keningku, mengatakan beberapa doa-doanya untukku, terakhir dia bertanya "Mau kado apa sayang tahun ini?"


Honestly, i can't really said what i want as a gift from him this year. Today, i just wanna being grateful, because i realize that i'm already blessed from the very first day i'm with him. Aku merasa bukan hari ulangtahun pun, dia selalu 'merayakan' keberadaanku. 

The way he treated me, respected me, loved me, care for me everyday, is enough for me. 


Dia yang selalu sama-sama merawat cinta denganku, membangun hubungan yang setara, memastikan segala kebutuhanku terpenuhi, memberikan tempat tinggal yang nyaman, membuat cita-cita rumah tangga bersama, mempersilahkan aku untuk melakukan hal-hal yang aku mau. 


Setiap hari nya saling membantu dalam banyak hal. Kalau aku memasak dia akan mencuci piring kotornya.

Kalau dia mencuci, aku akan melipat cucian bersihnya.

Kalau aku membereskan barang-barang yg berserakan di rumah, dia akan mengambil sapu dan mengepel setelahnya.

Kalau aku kehilangan energy dan hanya ingin istirahat sambil main hape, dia membiarkanku, dan akan mengambil alih mengasuh anak kami hingga energyku kembali.

Kalau dia memandikan anak kami, aku yang akan menyiapkan makan nya dan menemaninya bermain setelah itu.

Kalau dia bekerja, aku akan menyiapkan keperluannya. Baju rapi, sarapan, dan memastikan barang-barangnya tidak ada yang tertinggal.

Dan setelah pulang bekerja, tanpa kusuruh, dia akan langsung mengajak anak kami bermain dan membiarkanku beristirahat.


Bila aku memasak atau melakukan banyak pekerjaan rumah, dia akan memberikan apresiasi kepadaku. 

"Terimakasih ibu udah masak yang enak."

"Terimakasih ibu udah nyuci banyak sekali."

"Terimakasih ibu udah beberes rumah."


Dan yang aku salut darinya, dia tidak pernah mengeluh saat hal sebaliknya terjadi. Ada masanya aku tidak memasak, tidak membersihkan rumah, tidak mencuci. Bukannya marah-marah atau menegurku, tapi saat itu terjadi dia yg mengambil alih semuanya. Dia akan pergi membeli makan, membereskan rumah, membersihkan dapur, mengosongkan keranjang laundry, semata-mata agar pekerjaan rumah beres dan moodku membaik. Jadi aku akan semangat lagi melakukan pekerjaan-pekerjaan yg tidak pernah ada habisnya itu. Kukira dia mengerti lelahnya menjadi seorang istri karena harus melakukan rutinitas yang sama setiap hari. Jadi dia tau hal itu wajar terjadi.


Aku merasa, tahun ini keberadaannya merupakan kado terbaik untukku. 

Hal-hal manis yang dia lakukan padaku setiap hari, barang-barang yang dia belikan untukku saat aku menginginkannya, waktu yang dia luangkan, kata-kata baik dan lembut yang dia ucapkan, perlakuan hangatnya setiap saat, hari ini aku hanya ingin mensyukurinya.


4th terakhir, entah berapa banyak malam yang sudah dia habiskan untuk memijat kakiku, membersihkan telingaku bergantian, terpaksa harus memasak mie instan karena aku tiba-tiba laper tengah malam, membuatkan aku ramuan jahe kalau aku terkena batuk, ini baru perlakuannya untukku, belum lagi kusebut apa saja yang sudah dia lakukan juga untuk anak kami. 


Jadi, ulangtaun tahun ini, aku hanya akan menikmati dan mensyukuri keberadaannya. I'm very grateful and i thank Allah SWT that he's my husband. Baby, you need to know that your presence is a present for me. I love you, sayang. Thankyou so much for everything.

I'm fulled with love from you. 

Terimakasih sudah membuat aku merasa cukup sebagai manusia.

If you ever wondering why? Here's the answers.


I rarely feel sad or down. You know for sure about it, almost 10 years we've been together. Rarely do I bother you with my slumping story. But yesterday, when I was required to have an impact on some of my wisdom teeth, after the surgery was over, it was enough to make me feel very hard to go through the day.


I have so many friends, there are 4 of my closest circles whose communication is still good, including you. Just as I was having surgery, and after, they texted me. They asked how I was doing and wished me a speedy recovery. Everyone, except you. I was wondering, why no messages from you? Even though I quite often update on social media about my condition, and you see it.

But you don't ask how I'm doing? I keep wondering why, do you really don't care about me that much? Or do you think it's a trivial thing? Or what?

If you remember our last long conversation on the phone, you really told me to just focus on our little family, you also said that you never had a lasting friend, it was just me, that's also because I always wanted to be your friend. 

A lot of question is fillin my head. Why are you so cold to me lately? Is it because of that? Are you really tired of being friends with me? Or in the reality there's just me who want us to be friend? Coupled with your statement that says that my zodiac is the most annoying zodiac sign. What does it mean I'm so disturbing to you?


Honestly, I feel disappointed. I expect your attention. I keep wondering, why are you the only one who doesn't ask how I'm doing? even though on previous occasions I always said I would do wisdom teeth surgery. Is it because it's just teeth so you think that is not a big deal? I don't know, for sure at that time I expected support from you. But i didn't get any single word.

So I'm disappointed that I didn't get it. my mistake. I shouldn't do that. Maybe i become a lilbit too sensitive after the surgery done.

I know, sometimes you think that i'm so drama queen, or too much, but you know me, right? if you did really know me. 


and so, in the end this led me to a long thought. maybe indeed if I do not continue to maintain our friendship, we have not been friends since many years ago. maybe you are very tired of being friends with me. maybe I made a mistake that I didn't realize to make you do things like that to me. I thought so many other possibilities, and all those things come back to me, my fault.

But isn't this unfair? When I recall, I always try to be there for you in your slump? Accompany you, strengthen you, provide solutions to your problems? But wait, maybe you don't expect me to do all those things too? Wow, I should have realised it. Again, it's my fault.


Why is our relationship always complicated? This is not the first time. I know this feeling, I know this feeling very well, this is a repetitive feeling that I often feel towards you.

I always unconsciously expect something more from you, and you can never fulfil it. Is a relationship like this justified? I've never felt it or even done anything like this with my other friends.

I realised, of course, that's also my fault.


In the end this long thought led me to one conclusion, we should stop labelling ourselves as close friends. Our relationship has actually been broken and I don't know when it start to happens, I didn't even realise it. Like goods, if they have been damaged, even if they are repaired several times, they will eventually be thrown away someday. Maybe, we will eventually too.


So, I decided to stop. I don't want to feel this feeling anymore. I don't want to burden you anymore. Maybe, this is the best for us in the future. Sorry, I always expect something more from you, for a long time. I don't know why you can't actually fulfil it, can't you treat me like I treat you, or you just didn't want to? I don't know. To be sure, in the end, we don't fit together. Sorry I realised it too late and sorry if i too demanding to you. 


For me, my family and friends are both special, i can't live without them. I dont know why, but that's what i feel. This decision is hard for me, but i think i need to do this. Because this is going too far. Maybe its not normal, like you ever said to me, yha? 

Now, i will try to just focus on my family and the ones that give an effort for me.


Last but not least, all you have to know, I have always been sincere to you, since day one. (Although, if I have to meet someone like you again, I don't want to and won't repeat the same story.) 

I always want you to be happy, I say it to you quite often, and I really mean what I said. At the end, I hope you are always happy and we can meet again in a new place as a new person too.


Today, I close the last page of a memorable book that contains everything about us. And I'm leaving.


Update: She already seen

Instead of say sorry, she said "have no time for this". As expected but still surprise. 

The response convinced me of my decision, and i'm pretty sure i wont regret it in the future. Shh, i should have done this years ago🫠

But that's okay, at least i left her with no crumbs, i made it clear, and i still try to be a good friend until the end, she will not be dying by keep guessing why i take a space from her. Hope she is doing well.


Hello, Newlyweds!

Today is my first month of being a 'wife'. Actually, this is what i want when i was a teenager back then. Getting married with the one that i love before i turn 25. Yash! And i did it a month before i turn 25 hahaha
So, how's life after marriage?


I Trip to another Country,
For the first time, 
Just by my self.


PROLOG

Aku ingin naik pesawat, aku ingin liburan, dan aku ingin pergi ke luar negri.
Itu adalah salah satu keinginanku di tahun 2017. Untuk sebagian orang mungkin keinginan tersebut terkesan receh, tapi tentunya tidak buatku. 22 tahun menjalani hidup, aku hanya bisa memandangi pesawat dari atas tanah tempatku berdiri. Terkadang kerlipan lampu pesawat di malam hari, atau gumpalan asap mesinnya yang memanjang dan terlukis dilangit ketika siang, membuatku menggumam "kapan ya aku naik pesawat?".

Ketika matahari silih bergantian terbit dan tenggelam, aku pun tiba di satu titik dan menyadari suatu hal, bahwa tidak ada yang salah dengan keinginan kita, mimpi kita, harapan kita, baik itu harapan yang besar atau harapan yang super receh sekalipun. Sesungguhnya ucapan adalah do'a, itu benar, aku setuju, dan kita tahu pasti bahwa Allah tidak akan pernah tidur, dia selalu mendengar ucapan baik setiap hambanya.

Harapan tersebut akhirnya terbayar lunas, tidak tanggung-tanggung, aku naik pesawatnya jauh, pake passport.
My first flight experience in life:)

Tahun 2017, aku naik pesawat, untuk pergi keluar negri, dan yang menyenangkan adalah tidak menggunakan uang pribadi. Meskipun aku tidak pernah untuk membayangkan pergi sendirian di pengalaman terbang pertamaku, but i did!

And here we are...
Bangkok, September, 2017.

Saat itu aku bekerja di sebuah perusahaan Tour and Travel, entah dalam rangka apa tiba-tiba saja bosku berkata "Ke Air Asia yuk Fath, beli tiket, bulan depan kamu ke Thailand ya!" ujarnya.
Aku terdiam. "Serius bu? Ngapain?" kemudian itu lah kata-kata yang terucap dari bibirku. Dia pun berkata "ya biar kamu tau aja disana gimana, kita kan jualan paket Thailand, masa nanti kalau dapet klien kamu ngejelasinnya asal." Masih dalam keadaan tidak percaya akan kata-katanya, akupun mengangguk. Senyum pun perlahan mengembang di bibirku.

Hari yang ditunggu pun tiba, dan disini lah aku sekarang, setelah kurang lebih tiga jam berada di udara, aku mendarat dengan selamat di Don Mueang International Airport, Bangkok, Thailand.

Welcome to Thailand!

Jam menunjukan pukul 8.30 malam ketika aku tiba, setelah melewati proses imigrasi aku memutuskan untuk langsung mencari konter provider yang ada di bandara, mengapa? karna aku harus menghubungi teman bosku di Thailand untuk tahu bagaimana caranya aku sampai ke hotel. Ya, ketika tiba disana aku tidak dijemput oleh siapapun.

Aku saat itu membeli simcard plus kuotanya seharga 199 Bath (sekitar 80 ribu rupiah). Aku memilih simcard khusus turis dari provider DTAC yang berlaku selama 7 hari, harganya sudah termasuk kuota, sms, telepon dan sinyalnya sudah 4G.
Membeli simcard turis seperti ini menurutku cukup penting, apalagi kalau kamu akan menjalani aktivitas seharian, karna tentunya akan memudahkan kamu untuk berkomunikasi dan bila kamu ingin langsung mengupdate kegiatan kamu ke social media saat itu juga hahaha. Untuk kasusku, karna waktu itupun aku harus terus mengurusi pekerjaan dari jauh, dan berkoordinasi tanpa putus dengan bosku, jadi membeli simcard merupakan hal yang sangat tepat. Lagipula biasanya wifi hanya ada di hotel saja, dan kita berada di hotel ketika sudah malam hari, itupun pasti sudah lelah setelah seharian beraktivitas. Jadi, komunikasi kita dengan orang lain akan terhambat, apalagi kalau mau update, yang ada badan sudah capek duluan.

Bila sudah membeli kartu, kamu tidak perlu bingung bagaimana cara mengaktifkannya, karna penggantian simcard dan aktivasinya akan di bantu oleh petugas konter. Setelah mengganti nomer, aku langsung mengkontak teman bosku di Thailand, namanya Jack, owner salah satu agent tour travel di sana, yang spesialisasi tamunya khusus dari Indonesia, sehingga dia fasih berbicara menggunakan bahasa Indonesia, meskipun kadang dicampur dengan penggunaan bahasa Inggris.
Olehnya, Aku di bantu untuk cari taksi sendiri via telepon, dari gate 3 aku diarahkan untuk berjalan menuju ke gate 8, karena disana tempat taksi-taksi berkumpul.

Sebelum menuju gate 8, aku sempat mencoba untuk berjalan-jalan sekalian mencari makan. Namun makanan di bandara sangatlah  mahal-mahal, dan Jack merekomendasikanku untuk membeli makanan Instant di Seven eleven. 

Dari bandara menuju ke hotel tempatku menginap -- H Residence-- yang berada di tengah kota Bangkok, memakan waktu sekitar satu jam dengan  tarif sebesar 350 Bath (sekitar 120 ribu rupiah) via Tol. Menurut Jack, itu adalah tarif yang wajar untuk jarak yang jauh dan perjalanan di malam hari juga melalui tol.
Di dalam mobil yang sedang melaju, aku menikmati pemandangan malam hari kota Bangkok. "Aku di Bangkok!", "Yash! Akhirnya aku ada di luar negri!", "Ya Allah terimakasih, Alhamdulillah." kurang lebih itulah kata-kata yang terus aku ucapkan di dalam hati, sambil menikmati lampu-lampu dari gedung pencakar langit yang aku lewati. Like, a dream came true, right? 💕

Sebelum tiba di hotel, aku menepi di Seven Eleven untuk membeli makanan instant. Di Bangkok kamu tidak akan kesusahan untuk mencari makanan, karena seperti Indonesia yang memiliki alfa/indomart di setiap 500m, begitu pula di thailand, kamu akan menemukan Seven Eleven yang berada dimana-mana dan berdekatan. Selain itu juga sebenarnya banyak penjual makanan kaki lima yang akan kamu temukan dengan mudah, harganya pun tergolong murah, sama seperti harga makanan kaki lima di Indonesia, tapi kamu harus hati-hati, karna tidak semua makanan yang dijual disana itu halal.

Trip day 1

Keesokan harinya, aku akan memulai trip ini dengan Jack dan Asman dari bandara. Jadi, aku harus kembali menuju bandara untuk bergabung dengan mereka. Aku memilih menggunakan aplikasi taxi online Grab. karna Uber sangat susah nyantolnya. Jack dan Asman merupakan Tour Guide yang bertugas untuk rombongan kali ini. Rombongannya berasal dari Bandung dan akan tour hingga lima hari kedepan, namun aku hanya akan bergabung selama dua hari saja. Dan inilah tujuan bosku mengirim aku ke Thailand, untuk melihat bagaimana service dari partner kami disini. Selama dua hari, aku akan mempelajari bagaimana cara mereka menghandle group.


Invoice Grab ke bandara, sama seperti sebelumnya, sekitar 120 ribu rupiah.


Destinasi pertama yang aku kunjungi adalah 3D Art In Paradise Museum, yang berada di lantai 4 Esplanade Shopping Mall, Bangkok. Tempatnya seperti museum 3D kebanyakan, tricky eyes, full colour, dan sangat artistik. Aku menyarankan untuk tidak sendirian dateng ke tempat seperti ini, karena kamu akan repot foto-fotonya kalau datang sendiri. Ini pun aku minta tolong sama aa-aa yang ada:(

3D Art In Paradise Museum, Bangkok.


Masuk ke tempat ini, kita diharuskan untuk melepas alas kaki dan menitipkannya di tempat yang telah disediakan. Ada beberapa tema yang berbeda di setiap ruangannya, dan kita dibebaskan untuk berada disana tanpa dibatasi waktu alias bisa foto-foto sampai puas. Sebenernya tempat seperti ini sudah banyak di Indonesia, seperti di Bali, Jogja, bahkan di Bandung saja ada dua tempat hahaha. Tapi ini memang wisata selfie yang sedang hype dan menarik minat wisatawan, apalagi mereka yang sudah berkeluarga dan memiliki anak kecil.

Setelah kurang lebih berada di 3D Art In Paradise Museum selama 3 jam, rombongan kembali melanjutkan perjalanan ke destinasi selanjutnya yaitu Chocollate Ville.  Menuju ke sana dari Esplanade Mall memakan waktu sekitar 40 menit.

Chocollate Ville adalah tempat wisata selfie, designnya yang unik menjadikan tempat ini memiliki daya tarik sendiri untuk wisatawan yang datang. Dengan eksterior nya yang dibuat ala-ala bangunan khas Eropa yang sangat aesthetic, kamu pasti akan kesulitan untuk berhenti mengambil foto. Ohya, kamu tidak disarankan untuk datang kesini sendirian, karena sekali lagi, itu akan menyulitkanmu mengambil gambar.
Disini selain tempat-tempat lucu yang bisa dijadikan sebagai background foto, ada juga restoran, booth booth yang menjual jajanan khas Thailand, dan toko-toko yang khusus menjual souvenir.

I arrived here at 5 o'clock, when the sun goes down, and makes me totally mellow. Yes! im a lilbit sad, because i spending my time in this beautiful place just by myself. 😔

Salah satu spot di Chocollate Vile, di dalamnya ada sungai yang memanjang.

Bangunan ini akan kita temukan begitu kita menginjakan kaki disini, ketika malam bangunan tampak semakin manis dengan lampu-lampunya yang menyala. 
Pardon my shiny face😅

Yash! See you again! Someday i'll be back with someone, so i will taking a lot picture of me right here.
Setelah dari Chocollate ville, aku dan rombongan menuju ke restoran halal di Bangkok. Nama restorannya yaitu Al - Hilal Restaurant. Disini hanya menyajikan makanan halal, pelayannya juga berpenampilan islami, didalam restaurant pun terdapat mushola, dan di kamar mandinya ada air yang mengalir.

Di Thailand, menemukan air yang mengalir di dalam kamar mandi merupakan suatu hal yang langka. Bagi kita orang Indonesia, tentu akan merasa aneh dan jijik. Tapi begitulah habit disana, mereka tidak menggunakan air untuk sanitasi, melainkan dengan tissu. Jadi, untuk kamu yang berencana liburan ke Thailand, jangan lupa untuk selalu sedia air mineral botol kalau kemana-mana. Itu bisa digunakan kalau kamu mau buang air ketika lagi jalan-jalan.

Al-Hilal Restaurant, Bangkok.
Menu makanan yang disajikan.
Disini makanan disajikan di alas kaca yang bisa diputar, menunya biasa aja sih, seperti menu pada umumnya yang mudah kita jumpai di Indonesia, seperti telor dadar, sayur sawi. buncis udang, ikan, sayur, dan lainnya. Kalau soal rasanya, termasuk enak dan masih cocok di lidah orang Indonesia.

Akhirnya, setelah beraktivitas dari pagi hari, aku tiba juga di hotel. Hari ini aku bermalam di hotel Heritage srinakarin, Bangkok.

Hotel setaraf ***

Lokasi hotelnya ada di Kota Bangkok, namun aksesnya memasuki jalan yang lebih sempit, dan jauh dari jalan raya. Nah, selama di Thailand, hanya makanan di hotel ini saja yang tidak cocok di lidah aku, bahkan hingga rotinya pun tidak bisa aku makan. Entah rasanya atau apanya yang salah, padahal biasanya aku bisa makan apa saja, tapi disini seperti hilang selera untuk makan. Jadi sebenernya hotel ini kurang aku rekomendasikan sih. Aku kurang tahu berapa harga menginap semalam disini, karna semua akomodasiku sudah diurus oleh Jack.

Trip Day 2

Hari berikutnya, tempat pertama yang aku kunjungi adalah salah satu Icon dari negara Thailand, yaitu Wat Arun dan Wat Pho. Wat Arun sendiri merupakan bangunan candi Buddha, yang merupakan salah satu situs yang terkenal di Thailand. Adapun Wat Pho atau yang biasanya disebut dengan Candi Berbaring Buddha, berada satu komplek dengan Wat Arun dan dapat ditempuh dengan berjalan kaki. Disini juga dikenal dengan lahirnya pijat Thai tradisional. Dua bangunan tersebut, lokasinya berada di kota Bangkok, berdekatan dengan istana kerajaan negara Thailand, atau yang terkenal dengan nama The Grand Palace. Kebanyakan orang yang sudah pernah berkunjung ke Thailand, pasti pernah berfoto dengan latar belakang seperti fotoku dibawah ini hihi.

Wat Arun, Bangkok.
Biasanya untuk dapat tiba di tempat ini, kita harus menaiki kapal mengarungi sungai Chao Praya, tetapi karna waktu itu kondisi arusnya sedang tidak kondusif, dan rombongannya rata-rata sudah sepuh, jadi kita naik bus hingga ke pintu gerbang sebelah barat. Saat itu di Thailand juga masih dalam masa berkabung, karna Rajanya meninggal dunia, sehingga di mana-mana kita dapat menjumpai foto Raja, karangan bunga dan tulisan in memoriam. Fyi, di Thailand itu masa berkabung untuk Raja nya yang meninggal akan diperingati selama satu tahun. 

Nah, untuk kamu yangingin belanja oleh-oleh seperti baju, tas, sandal, gantungan kunci, bahkan hingga taplak meja, dan segala sesuatu yang berbau khas Thailand, tempat paling murah untuk belanja menurutku adalah pasar Wat Arun. Lokasinya ada di pinggir sebelah timur, yang jualnya paham bahasa Indonesia, menerima pembayaran menggunakan rupiah, dan harganya lebih murah dari semua tempat belanja.. Aku pun beli oleh-oleh hanya ditempat ini.

Oh ya, disini aku sempat terpisah dari rombongan. Jadi aku tidak sempat ke Wat Pho, karna keasikan beli buah dan berteduh dipinggiran, aku jadi ketinggalan.

Setelah makan siang, perjalanan dilanjutkan menuju Pattaya.
Dari Bangkok menuju Pattaya itu, ibarat menempuh perjalanan dari Jakarta ke Bandung. Meninggalkan hiruk pikuk ibukota menuju ke kota pinggiran, memakan waktu sekitar 3 hingga 4 jam melalui jalan tol.


Sebelum benar-benar memasuki kota Pattaya, rombongan singgah di Big Bee Farm. Jadi seperti namanya, Big Bee Farm adalah sebuah tempat peternakan lebah. Kalau kamu ke Thailand menggunakan jasa travel agent, kamu pasti akan diajak singgah di tempat ini. Sepertinya hampir semua agent tour travel bekerja sama dengan tempat ini, karna ketika disana aku melihat beberapa rombongan orang Indonesia dari agent travel yang berbeda.

Big Bee Farm ini juga merupakan tempat belanja, hanya saja produk yang diunggulkan disini adalah madunya. Kabarnya khasiat madu dari tempat ini sudah terbukti sangat baik untuk kesehatan, dan telah menjadi Best seller sejak waktu yang lama.
Disini guide nya ada yang berasal dari Indonesia asli. Dia akan mengajak rombongan untuk berkeliling melihat peternakan lebah dan akan memberi penjelasan untuk setiap produk yang mereka produksi. Disini aku tidak membeli madu, tapi aku membeli Ice cream yang terbuat dari madu, dengan variant rasa markisa. Dan benar saja, rasa Ice creamnya enak, madunya dan markisanya betulan terasa.

Menjelang maghrib, kami bertolak menuju pusat keramaian di kota Pattaya. Tidak seperti di Bangkok, pemandangan yang sangat bertolak belakang aku temukan disini. Di setiap pojokan jalan aku menemukan tempat pijat plus plus, juga club dan bar yang dipenuhi dengan perempuan setengah telanjang. Asman bilang, memang Pattaya ini kota yang bebas, bahkan disini hanya ramai ketika malam menjelang subuh. Kalau siang, sepi seperti tidak berpenghuni. Paling yang terlihat hanya rombongan wisatawan yang jalan-jalan. Dan karna Bangkok dekat dengan kerajaan, sehingga peraturannya lebih ketat. Jadi kita tidak akan melihat club atau bar di setiap pojokan jalan seperti disini.

Tiba di Pattaya, oleh Jack aku dibelikan tiket untuk nonton salah satu pertunjukan yang menjadi daya tarik disini, yaitu pertunjukan Cabaret Al Cazar. 


Tampak luar gedung pertunjukan.
Al Cazar itu adalah sebuah pertunjukan kabaret, uniknya pertunjukan ini dimainkan oleh sekumpulan waria Thailand. Kalau dulu suka mendengar tentang banci Thailand yang cantik-cantik, disini aku membuktikannya sendiri bahwa itu adalah benar adanya. Semua warianya terlihat seperti perempuan tulen. Dari bentuk wajah, cara tersenyum, berjalan, bahkan hingga payudaranya yang sebagian terlihat asli.


Pertunjukan di helat selama satu jam, ada beberapa scene yang berbeda, dan ada beberapa cerita yang dipertontonkan. Di sela pertunjukan pun aku mendengar lagu dengan bahasa yang entah itu melayu atau bahasa Indonesia yang diputar diiringi dengan tarian penarinya. Ketika nonton ini aku mendapat kursi dipaling depan, alias kelas VIP. Lumayan, jadi nontonnya jelas.



Kemudian setelah selesai, semua talent akan keluar gedung pertunjukan untuk foto-foto dengan pengunjung. Tapi untuk pengunjung yang ingin berfoto bersama talent, wajib untuk menyelipkan uang tip ke mereka, dengan artian kalau ingin foto bareng kamu harus bayar hahaha. Waktu itu aku tidak tertarik untuk foto bareng, jadi aku melipir ke sevel terdekat untuk membeli cemilan.

Setelah selesai menonton pertunjukannya, aku dan rombongan menuju ke tempat makan malam di hotel A- one Royal Cruise Pattaya. Disini kita akan mendapatkan sensai makan di dalam cruise, karna memang designnya yang dibuat begitu menyerupai, ditambah pelayannya yang memakai seragam seperti ABK. Makanan yang dihidangkan bukan hanya seafood, tapi ada juga makanan western dan asian. Makanan disini adalah makanan yang rasanya paling enak selama aku makan di Thailand. 

Dulu aku tidak begitu concern dengan make up, jadi setelah travel seharian, mukaku hinyay maksimal😅

Di Pattaya, aku bermalam di hotel JP Villa, setaraf hotel bintang 3. Lokasinya dekat dari keramaian, dan ada di pinggir jalan. Tapi hotelnya terkesan jadul, mungkin temanya memang klasik kali ya.
Sekitar jam 11 malam aku tiba di hotel. Sayangnya aku tidak bisa langsung istirahat, karna aku harus kembali ke Bangkok besok pagi-pagi sekali. Jadi, setelah selesai bersih-bersih aku menemui Jack, untuk menanyakan bagaimana aku kembali ke Bangkok. Malam itu juga Jack dibantu staff hotel mencari taksi. Sulit juga mencari taksi di tengah malam, aku pun dapat taksi jam 4 subuh dan langsung berangkat.
Kenapa kok nyubuh? Iya soalnya Bangkok itu mirip dengan Jakarta, macet dimana-mana. Dan lagi jarak dari Pattaya ke Bangkok itu memakan waktu 3 jam, daripada ketinggalan pesawat, lebih baik berangkat lebih awal. Sebenernya aku agak sedikit sedih sih, ke Pattaya hanya bisa menonton Al Cazar saja, padahal disini terkenal dengan tempat-tempat wisatanya. Tapi mau bagaimana lagi, segini juga aku udah bersyukur banget bisa jalan-jalan kayak gini.

Tarif taksi dari Pattaya ke Bangkok itu cukup mahal menurutku, sebesar 1500 bath, setara 600 ribu rupiah. Waktu itu uangku tinggal 400 bath, untungnya Jack berbaik hati untuk membayarkan ongkos taksinya. Di tol aku menyempatkan mampir di sevel untuk membeli sarapan, aku beli dua, untukku dan untuk driver. Aku sengaja tidak beli di bandara, karna makanan di bandar Don Mueang itu mahal-mahal, dan disana Seven Eleven jauh sekeli tempatnya, hampir diluar bandara. Tiba di bandara  jam 7 lebih, counter check in belum buka, jadi aku memutuskan untuk bersih-bersih dan makan dulu. Setelah check in, aku membeli sedikit makanan oleh-oleh untuk dibawa pulang di dalam bandara.
Akhirnya, berakhir juga jalan-jalanku di Thailand. Meskipun di hari terakhir aku tidak tidur dan juga tidak mandi pagi, tapi aku bener-bener happy! 😍

Setelah perjalanan ini, aku bener-bener berencana untuk kembali ke Thailand untuk Liburan yang sesungguhnya.
I'll see you again, someday.

Jack dan Asman, Tour Guide on duty.
Jack, owner Fullmoon Paradise Tour Thailand.
FYI
  • Di Thailand, tidak semua orang bisa bicara dan paham bahasa Inggris. Aku pun ketika naik Grab, menggunakan fasilitas Google voice translate dan sedikit bantuan bahasa tubuh. Jadi untuk kamu yang mau berangkat ke Thailand tanpa bantuan travel agent, kamu harus mempersiapkan diri untuk itu.
  • Tidak ada air mengalir di kamar mandi. Hampir semua tempat (kecuali di restoran halal), karna memang habit disana seperti itu, mereka sanitasinya pake tissu. Buat kita orang Indonesia yang ngga biasa kaya gitu pasti bakal terasa jijik. Oleh karna itu, untuk mengakalinya, kalau akan memulai perjalanan, jangan lupa untuk membawa botol air mineral, jadi saat ingin buang air, kamu bisa bawa itu sebagai bantuan sanitasi kamu. Nah kalau di hotel, disetiap kamar pasti disediakan gelas, kamu bisa mengalih fungsikan benda tersebut jadi gayung.
  • Thailand itu kalau sedang musim panas, cuacanya luar biasa panas. Jadi jangan lupa pake Sunscreen, bawa kacamata, topi, atau bahkan kamu bisa bawa kipas portable kalau punya.
  • Orang Thailand ramah-ramah, jangan lupa senyumin atau bilang Khob Khun kha (artinya terimakasih untuk cewek) bila selesai berbelanja.
  • Lebih baik siapkan uang Bath dari Indonesia, karna kalau kamu menukar uang di Bandara atau Money Changer disana agak ribet.
  • Kurs Indonesia ke Thailand ada di angka Rp. 403/1 Bath (waktu aku pergi), sekarang setelah di cek lagi sudah menguat ke Rp. 430/1Bath.
  • Cari Flight Time yang sesuai dengan jadwal Trip. Jangan kaya aku, nanti berasa lama dijalan. 4 hari rasa 2 hari:( Waktu itu aku sampe jam 8 malem, dan itu udah di hitung sebagai hari pertama. Lalu, pulangnya jam 10 pagi, itu udah dihitung sebagai hari keempat. Artinya, aku rugi waktu di hari pertama dan terakhir. Disarankan untuk cari flight yang sampe ke Bangkoknya pagi/siang, dan pulang ke Indonesianya sore/malem. Dengan begitu, waktu liburan kamu akan maksimal.
  • Tidak ada perbedaan waktu di Indonesia dan Thailand.
Semoga tulisan ini bermanfaat ya! Selamat liburan~
Hallo!
I can't believe that 2017 is almost over, i remember that yesterday i'm just done writing my resolution for this year,
now the years is gonna end soon. 

Jadiii, di awal tahun ini untuk pertama kalinya selama hidup, aku memutuskan untuk bikin resolusi buat sepanjang tahun 2017. Mengacu pada hidupku di tahun sebelumnya yang cuma gitu-gitu aja enggak ada gregetnya sama sekali, akhirnya aku membuat terobosan baru dengan bikin resolusi yang agak greget sedikit.  Aku bikin 12 poin resolusi receh, sesuai dengan jumlah bulan dalam setahun. Yhaa meskipun receh, tapi ini adalah 12 hal yang susah untuk aku lakuin sebelumnya.
Dan dengan begini, seengganya ada hal-hal yang memotivasi aku untuk semangat menjalani hari-hari, meski tanpa berharap banyak kalau resolusiku itu akan banyak yang terpenuhi.

Tapi...
Ternyata....
Berjuta keajaiban terjadi kemudian.

Hampir 75% resolusiku tercapai hahaha Tercapai loh Tercapai!! hahahaha
Sungguh aku hampir gak nyangka setengah mati dibuatnya ketika sadar banyak poin dari resolusiku itu ternyata udah aku lalui.
Padahal ketika nulis itu, sama sekali enggak kebayang gimana caranya aku bisa mewujudkan itu semua, sumpah!
Tapi sekarang aku bersyukur banget, di penghujung tahun ketika aku buka lagi poin-poin itu, udah banyak hal yang bisa aku ceklis dengan senyum mengembang lebar hehehe apalagi ketika sadar bahwa poin-poin yang sebelumnya aku pikir paling imposible untuk terpenuhi, malah kecapai duluan! Gimana gak seneng kan loooooo.

Dan poin-poin receh itu adalaaaaah

  • Ibadah (Ngaji tiap hari, Al-khafi tiap jum'at, Sholat Dhuha tiap pagi, Puasa senin - kamis, dan Sodaqoh) Kiw! Awal tahun sampe tiga bulan selanjutnya, Alhamdulillah sering banget ngaji, al khahfi, sama solat dhuha dan puasa. Di bulan May ketika mulai kerja, al-khafi tiap jum'at udah kelewat, ngaji seayat-seayat, gitu juga puasa, tapi Dhuha masih kenceng dan 2,5% pasti keluar.
  • Workout 2x Seminggu, yang dengan semangat selalu aku lakukan di 6 bulan pertama 2017!! Yashhh!! 6 bulan selanjutnya Workout adalah keingan yang hanya berupa angan-angan huhu
  • Menabung, merupakan poin receh yang terwujud di bulan november. itu juga karena abis beli celengan lucu bermotif Hello Kitty, dan  hingga hari ini dapat dipastikan uang didalamnya tidak banyak dan tidak akan cukup sekalipun untuk beli sepatu P&B yang aku impikan wkwkwk yang penting tahun ini aku menabung dan resolusi terpenuhi! Hahahah
  • Get A Job, Berhubung resolusi ini dibuat ketika aku Jobless jadi mendapatkan pekerjaan termasuk resolusiku tahun ini. Apakah terpenuhi? Definitely YES! Aku kerja di Travel Umroh & Tour, Meskipun hanya 6 bulan dan diakhir tahun ini aku kembali menjadi Jobless, But its Okay, i'm still alive with lot of new experience mwach!
  • Fluent in English, Entah mengapa dari saat yang aku tak ingat kapan aku obsesi banget bisa lancar bahasa inggris. Mau itu baca textnya atau casciscus dan listeningnya. Untuk itu demi terwujudnya hasratku, tahun ini aku 2x take course bahasa inggris. 2 bulan di Bandung dan 1 bulan full di Kampung Inggris, Pare. Dan sesungguhnya aku masih merasa kurang huhu seengganya aku melakukan suatu usaha untuk mewujudkan keinginanku! ye gak? hehehehe
  • Rajin Baca Buku minimal sebulan 1 buku, Alhamdulillah di banding dengan tahun sebelumnya, tahun ini aku banyak baca buku. Dan pencapaian terbesarku adalah sanggup baca novel Norwegian wood by Haruki Murakami in English version just for four days! yuhuuu. Aku baca juga karya Sapardi, novel-novelnya Eka Kurniawan, semua bukunya Ayu Utami, buku tentang Soe Hok Gie, buku-buku Albert Camus dan beberapa lainnya yang aku gak ingat betul.
  • Travelling, Ini niiiih yang aku agak skeptis waktu nulis poin ini, secara sebelumnya aku jarang banget travelling, even ke tempat yang masih satu kota kayak Kawah Putih sama Tangkuban Perahu aja aku belum pernah huhu tapi karena tekad dan keinginan yang kuat untuk melihat keindahan ciptaan Tuhan lebih banyak dan lebih jauh, akhirnya aku tulis. And You Know Whatt?? Tahun ini aku nobatkan sebagai tahun dimana Fathimah paling banyak dan paling jauh melakukan Travelling seumur hidupnya hehehe. Tahun ini diawali dengan jalan-jalan ke Taman Sari Goa Sunyaragi Cirebon, di lanjut ke Pulau Pari Kep. Seribu Jakarta, selanjutnya yang paling jauh yaitu jalan-jalan ke Bangkok dan Pattaya di Thailand, next Jogjakarta Tour (Merapi, Borobudur, Keraton, Taman Sari, Candi Ratu Boko, dan Bukit Reuma), lalu Museum angkut dan Pantai Tiga Warna di Malang, dan Pantai Kedung Tumpang Tulung Agung Jawa Timur. Woahhh this is really more places than i ever imagine before! Secara aku mah da bukan bocah petualang atuh hehe
  • Belajar Untuk Nulis Blog Rutin, Ini kayanya gagal karena sungguh aku masih kalah sama males untuk nulis secara rutin huhu
  • No Relationship, Hanya berhasil beberapa saat saja, karena selanjutnya aku tidak bisa menahan perasaan ini. Dan karena resolusiku yang ini Gagal, mungkin aku akan meminta pertanggungjawaban doi untuk mewujudkan resolusiku tahun depan. Nikah yha Cuy! Hahahaha
  • Naik Pesawat, Karena sebelumnya cuma bisa liat dari daratan sambil melihat keatas dan bergumam "Kapal minta duit:(", akhirnya aku memutuskan untuk harus naik pesawat tahun ini! Meskipun pas nulis aku gatau nanti mau naik pesawat kemana, kapan, dan duitnya darimana. Tapi Gusti nu Agung mendengar doaku, keinginanku, dan mewujudkannya begitu saja tanpa rencana sebelumnya. Terimakasih ya Allah, lewat tempat kerjaku aku berangkat ke suatu tempat naik Pesawat! Terharu.
  • Keluar Negri, Ini salah satu yang aku anggap impossible. Selain sebelumnya aku belum pernah keluar negri, aku pun menulis keinginan yang muncul begitu saja ini ketika aku tidak punya pekerjaan. Hehehe ngimpi bgt gak siyyy?! Tapi sekali lagi aku dibuat takjub, karena benar ucapan adalah Do'a, dan Allah SWT akan senantiasa mengabulkan setiap doa baik hambanya di waktu yang tepat. Makasih ya Allah, Fathimah pernah ngerasain jalan-jalan ke luar negri hahahaha. Dan dengan ini, ibarat pepatah sekali dayung 3 pulau terlewati,  terjadi dalam poin-poin receh resolusiku. Travelling-Naik Pesawat-Keluar negri. Asekkk!
  • Nyetir Mobil, merupakan salah satu poin yang gagal! Karena kurangnya dukungan dari Juragan kentang, aku yang hampir tiap naik mobil ngerengek minta diajarin, selalu dijawab siap-siap hayuu nanti belajar tapi nyatanya tidak pernah terwujud, dan hari dimana bapak akan mengajari aku nyetir mobil dengan baik dan benar dan sesuai dengan peraturan lalu lintas, tidak pernah datang di tahun ini. Sekian. 
Ini papan resolusiku.


Nah itu dia poin-poin receh yang jadi resolusi aku di tahun ini. Mungkin buat sebagian dari kalian yang baca, ini bukan receh lagi, tapi bubuk dikarenakan kalian sudah memenuhi sebagian besar dari resolusi aku dan dengan mudah, tapi tentunya tidak buatku. Mengingat semua hal ini merupakan hal yang sebelumnya jarang bahkan belum pernah aku lakukan. Aku cukup bahagia karena hampir sebagian besar dari poin-poin tersebut bisa aku ceklis.

Ada satu pelajaran besar yang aku ambil, 
Keputusanku untuk membuat resolusi di tahun ini merupakan suatu kesalahan yang aku sesali, Mengapa?
Karena... 
Kenapa bukan dari dulu gitu yaaa bikin resolusi:( 

Sungguh, dulu aku sering banget denger ceramah motivasi kayak gini
"Coba kalian tuliskan keinginan kalian di kertas, dan lihat lagi tulisan tersebut setahun atau dua tahun kemudian. Kalian pasti akan kaget melihat banyak hal yang sudah kalian lakukan, dan keinginan kalian banyak yang terpenuhi." 
Kurang lebih kayak gitu lah kalimatnya. 

Dan hey guyss!
Itu bener loh dan aku ngerasin sendiri. Aku tulis hal-hal yang aku inginkan di awal tahun, kemudian sekarang diakhir tahun ketika aku buka lagi catetannya, banyak dari keinginanku yang udah berhasil aku penuhi.
Aku cuma bisa bilang Alhamdulillah. Udah gitu aja.

Semoga tahun depan lebih baik, dan resolusinya lebih banyak yang terpenuhi! Aamiin.

Satu quotes dari aku,
"Your thoughts will led your step to where you actually belong to be."

December 17, 2017.
Much Love.



"Jadi, siapa disini yang tadi pagi baca koran?"
Di ruangan yang telah penuh ini, tak seorang pun mengangkat tangannya.
"Ngga ada yang baca koran ini teh?" Tanya Adi lagi. "Pantesan! Gampang kena hoax." tambahnya.
Dan seisi ruangan pun tertawa.


Adi Marsiela Ketua AJI Bandung (Kanan) dan Tarsi Wartawan Hatian Tribun Jabar (Kiri), dalam acara  Rumpi Ririwa Diskusi Tahunan Lembaga Pengkajian Ilmu Keislaman (15/2).

LPIK menggelar agenda tahunannya berupa kegiatan diskusi yang dikenal dengan sebutan Rumpi Ririwa pada Rabu, 15 Februari 2017. Diskusi kali ini, mengangkat tema Kebebasan Pers: Perspektif Sosial, Budaya, dan Sejarah yang diisi oleh Adi Marsiela Ketua dari  Aliansi Jurnalis Independen Bandung dan Tarsi yang merupakan seorang wartawan di Harian Tribun Jabar.
Tema tersebut diambil, lantaran akhir-akhir ini media dan pemberitaannya kerap jadi sorotan, ditambah lagi beberapa waktu sebelumnya sempat ada isu terkait dengan pemberitaan yang disajikan oleh media kampus UIN, dimana pemberitaannya kali itu di"jegal" oleh organ ekstra. Sehingga kurawa-kurawa LPIK tertarik untuk mengangkat kebebasan pers sebagai tema diskusinya kali ini.

Sore itu, aku menyempatkan hadir ke acara LPIK karena memang memiliki waktu luang dan tidak ada agenda lain. Senang juga rasanya melihat antusisame orang-orang terhadap acaranya. Acara yang di gelar di Kopma Lt. 1 gedung Student Center kampus UIN Bandung ini, dipenuhi oleh pengunjung yang sepertinya tertarik dengan tema dan pengisi diskusi. Hal tersebut terlihat dari tak tersisanya bangku kosong yang sebelumnuya telah disediakan.

Suasana Kopma Lt. 1 Gedung Student Center UIN SGD Bandung ditengah berlangsungnya kegiatan diskusi Kebebasan Pers: Perspektif Sosial, Budaya dan Sejarah, pukul 18.30 Malam.

Mengawali diskusi, Tarsi menyinggung tentang sejarah pers di Indonesia. Dimana sebelum reformasi, pers sama sekali tidak memiliki kebebasaan dalam menerbitkan berita atau informasi, segala sesuatunya diatur dalam kekuasaan pemerintah, yang jika tidak sesuai maka pers/media tersebut akan dibredel oleh pemerintah yang berkuasa saat itu.

Setelah melalui perjalanan panjang, barulah pers dapat menghirup udara kebebasan saat jatuhnya orde baru dan digantikan oleh reformasi yang terjadi pada tahun 1998. Hal tersebut ditandai dengan berdirinya Aliansi Jurnalis Independen (AJI), yang merupakan sikap dari kumpulan media-media yang pernah dibredel oleh pemerintah seperti Detik, Tempo, dan Editor. Namun setelah itu pun tidak sepenuhnya menjadi pers yang bebas, bebas yang dimaksud adalah bebas bertanggung jawab, karena dalam proses selanjutnya pers dibatasi dalam ketentuan hukum, diatur dalam undang-undang dan harus berpegang pada Kode Etik Jurnalistik.

Wartawan Hrian Tribun Jabar, Tarsi.

Sedangkan mengenai isu sosial mengenai maraknya berita hoax, Adi Marsiela mengatakan bahwa sebenarnya tidak ada berita bohong itu. Karena menerbitkan sebuah berita itu hakikatnya melalui proses yang panjang, tidak asal tulis lalu di publikasikan. Sebuah berita pasti melalui tahap editing, memasuki meja redaktur, melalui proses cek n ricek fakta yang ada, sebelumnya akhirnya disebarluaskan ke khalayak ramai. Itulah yang biasa dikenal juga sebagai proses kejurnalistikan. Adapun berita-berita hoax yang ramai menghiasi linimasa, menurut Adi tidaklah layak disebut sebuah berita, karena sekali lagi, dalam menerbitkan sebuah berita itu melalui proses yang sangat panjang, hal itu terjadi lebih diakibatkan oleh mudahnya mengakses teknologi. Dimana bermunculan situs-situs yang tidak bertanggungjawab, yang biasanya hadir untuk memprovokasi. Itulah yang seharusnya diminimalisir, dengan tidak membaca informasi berkedok berita dari situs online yang tidak jelas.

"Makanya tadi saya tanya, siapa disini yang hari ini baca koran? ngga ada yang baca kan? kalian harus tau, berita yang diterbitkan oleh koran itu, sudah pasti benar adanya dan tidak mungkin berita hoax karena sebelumnya telah melewati proses tertentu. Jadi, kalau kalian mau meminimalisir berita hoax bacalah koran," ujarnya.

Adi pun menambahkan, bahwa saat ini sudah langka media yang netral. Hampir semua media dikuasai oleh pemilik modal, yang notabene adalah para petinggi partai dan pemasang iklan. Hal itu lah yang kemudian menjadikan pers tidak lagi netral, karena itu sangat mempengaruhi kinerja wartawan dan pelaku jurnalistik lainnya. Sebuah media tidak akan berani memberitakan kecacatan yang menyangkut si pemilik modal atau si pemasang iklan, karena itu dianggap dapat merugikan perusahaan dan si pemberi modal itu sendiri, tidak peduli sekalipun "kecacatan" itu merugikan masyarakat luas.

Adi Marsiela, Ketua Aliansi Jurnalis Independen Bandung.

Di akhir diskusi Adi mengatakan, bahwa tulisan dalam sebuah media memiliki kekuatan yang besar. Apabila kita ingin menuntut hak atau menegakan kebenaran. Tulislah! Pergunakan media-media yang ada.
Misalnya saja dalam kegiatan perkuliahan dengan segala tetek bengek yang berkaitan dengan kampus, kita harus turut mengawasi jalannya birokrasi yang ada, baik itu mengenai uang pangkal yang kita bayarkan setiap semester larinya kemana, atau mengenai fasilitas-fasilitas yang kita terima. Jangan sampai WC student center tidak ada airnya kita diam saja, ajukanlah protes dengan jalan menulis, dan pers kampuslah yang dapat berperan sebagai medianya.

Selebihnya, berbicara mengenai sejarah pers di Indonesia adalah bahasan yang panjang. Di sana pun ada problem hari pers nasional yang masih terus dikaji hingga saat ini. Terlepas dari itu, pers Indonesia bergerak menurut jamannya. Misalnya, saat masa sebelum kemerdekaan disebut pers revolusi, dan sekarang pers yang berada dalam tantangan pasar atau pemodal.

Kurawa LPIK mengobrol santai dengan Adi dan Tarsi selepas Diskusi selesai.

Akirnya, sekitar jam 21.00 WIB diskusi dicukupkan, karena lampu student center yang sebentar lagi akan padam. Acara diskusi berjalan lancar dan cukup hidup. Dengan respon yang luarbiasa dari audiens melalui pertanyaan-pertanyaan yang diajukan, dan pembawaan dari pemantik diskusi pun sangat menyenangkan. Sehingga diakhir acara aku bisa melihat raut-raut wajah senang dari pengunjung yang hadir di ruangan. HEHE

Kurawa LPIK dan Pemantik Diskusi Rumpi Ririwa Berfoto Bersama di Akhir Acara.

Jam 7 pagi aku dan teman-teman bertolak dari Bandung menuju Cirebon. Setelah menempuh perjalanan melalui sumedang, yang dilanjut melewati majalengka, dan didominasi oleh trek yang berkelok-kelok selama kurang lebih 4 jam, akhirnya rombongan kami sampai juga.
Disambut dengan teriknya matahari, juga udara yang mencapai 31 derajat celcius pada jam 11 siang, menjadi tanda perkenalan pertamaku dengan Kota Cirebon.

Pada awalnya aku dan juga teman-temanku, berangkat ke Cirebon untuk menghadiri resepsi pernikahan salah satu senior LPIK yang kukenal di kampus. Tapi setelah selesai menghadiri acara tersebut, salah satu teman mengusulkan untuk mengunjungi salah satu destinasi wisata yang tidak jauh dari lokasi kami berada, "Istirahatlah dulu lah sebentar disana, sebelum balik Bandung lagi," katanya. Jadi, bisa dibilang ini merupakan jalan-jalan yang tidak direncanakan.

Taman Sari Gua Sunyaragi, Cirebon.


Taman Sari Guan Sunyaragi, Cirebon, Jawa Barat.
Gua Sunyaragi ini berlokasi di pinggir jalan bypass Brigjen Dharsono yang tidak jauh dari pusat kota. Merupakan salah satu benda cagar budaya peninggalan keluarga keraton, menjadikan gua ini sebagai salah satu destinasi wisata favorite yang wajib dikunjungi kalau sedang berada di kota Cirebon. Konstruksi dari bangunan ini sendiri adalah taman air, sehingga kawasan situs ini dikenal dengan nama Taman Sari Gua Sunyaragi. Sunyaragi sendiri berasal dari bahasa sanskerta yang terdiri dari dua kata, Sunya memiliki arti sepi dan Ragi yang berarti raga. Kabarnya, baru di tahun-tahun ini Gua Sunyaragi kembali bangun dari tidur panjangnya setelah terpaksa "tidur" (Re: tak terurus) selama beberapa waktu.

Setelah menukarkan uang sepuluh ribu dengan selembar tiket tanda masuk, sekitar jam 13.00 wib aku sampai di dalam kawasan cagar budaya ini. Kesan pertama yang aku ingat yaitu kaget. Yap, untuk aku yang termasuk jarang pergi jalan-jalan, liburan, apalagi travelling ke luar kota tentu aneh melihat pemandangan seperti ini. hahaha.

Kawasan ini sangat luas, sejak meninggalkan pintu masuk mataku sudah menangkap bentuk bangunan yang terdiri dari bebatuan yang menyerupai batu karang yang tampak bertumpuk-tumpuk dari kejauhan. Di depan bangunan itu pun ada berdiri dengan kokoh sebuah gapura yang terbentuk dari batu, yang seperti biasa dapat kita lihat bila menjumpai bangunan khas Bali. Lalu bila menoleh ke kanan, aku bisa melihat sebuah anjungan yang identik dengan bangunan khas keraton, dan disitulah biasanya pertunjukan kesenian khas Cirebon seperti tari topeng atau tari sintren digelar. Masih di sisi kanan, terdapat tempat duduk ala-ala stadion yang biasanya digunakan untuk menonton pertandinga. Menjadi pertanyaan sendiri buatku sebenernya, untuk apa tempat duduk seperti itu ada di dalam kawasan cagar budaya (?) tapi aku kelupaan untuk bertanya pada guide yang ada disana.

Ini ketika masuk ke dalem bangunan yang terbuat dari bebatuan. So so-an candid hahaha

Ketika memasuki bebatuan yang mirip batu karang ditumpuk itu, kumpulan lumut-lumut hijau yang tersebar hampir disetiap sudut jadi pemandangan yang ditemui sepanjang perjalanan, ditambah banyak tangga-tangga kecil yang menghubungkan satu tempat ke tempat lainnya. Namun tidak semua bangunan terbuat dari batu-batu sih ada juga bangunan yang terbuat dari tembok batako biasa. Nah, ketika memasuki kawasan utama dari Gua Sunyaragi ini, aku mengerti mengapa banyak sekali lumut yang tersebar, karena memang di dalam sini pun aku menemukan banyak kolam-kolam seperti tempat penampungan air. Maklum saja, memang ini kawasan taman air yang pada masanya menjadi tempat peristirahatan sultan dan kelurga kerajaan.

Mengabadikan momen bersma Alifa, Angkel, dan Yuris. Di belakang kita ini salah satu bagian cagar yang ngga terbuat dari bebatuan. Katanya sih bekas kamar peristirahatan putri keraton pada waktu itu. Uwow.
Tangga-tangga imut gini nih yang sering banget ditemuin ketika  masuk ke bagian bangunan dan mau pindah dari satu tempat ke tempat yang yang lain. Keliatan juga penampakan lumut yang menghiasi setiap sudut.

Bonus Keberuntungan

Ternyata, rombonganku kesana datang di waktu yang tepat. Karena untuk memberikan pengunjung hiburan dengan mengenalkan kesenian khas Cirebon, di hari itu digelar pertunjukan tari yaitu kesenian tari Sintren yang biasanya digelar sebulan sekali. Pertunjukan digelar di anjungan yang aku bilang di atas.

Tari Sintren ini dimainkan oleh seorang gadis dan diiringi oleh musik tradisional juga dilengkapi oleh kamenyan, katanya untuk menjadi penari Sintren ini si gadis haruslah masih perawan. Didampingi oleh empat orang laki-laki yang mengenakan baju pangsi, si gadis mulai memasuki bagian depan bangunan dimana tempat pertunjukan akan digelar hanya menggunakan baju kaos biasa yang dipadukan dengan celana training.

Persiapan yang dilakukan sesaat sebelum pertunjukan dimulai.
Saat persiapan seseorang menyalakan kamenyan. Beberapa saat kemudian wangi dan asapnya langsung memenuhi seluruh tempat pertunjukan, dari sini lah muncul sedikit kesan mistis.
Setelah kamenyan menyala, selanjutnya seluruh badan si gadis diikat oleh tali tambang kecil berwarna hijau. Dimulai dari leher, badan, tangan, hingga ke kakinya dan kemudian seorang bapak-bapak membaca jampe-jampi padanya. Entah bagaimana caranya gadis itu pun dibuat tak sadarkan diri dan selanjutnya dimasukan ke dalam kurungan ayam seperti yang ada di foto.

Si Gadis dimasukan ke dalam kurungan ayam yang ditutupi oleh samping, dan bapak-bapak yang dibelakang itu membaca jampe-jampi.

Sesaat aku terpikir mungkin ini trik sulap, si gadis diikat seluruh badannya lalu dalam hitungan menit bisa melepaskan ikatan itu sendiri di dalam kurungan. Dan ternyata itu benar. Setelah beberapa saat, kurungan ayam dibuka dan taraaaa.. si gadis sudah berganti pakaian. Sekarang dia memakai kostum tari khas yang biasanya memang dikenakan oleh penari sintren, dilengkapi dengan kacamata hitam.

Ini waktu udah keluar dari kurungan ayam, dia lagi dikasih jampe-jampe sama bapak yang setengah duduk itu. Dan aa-aa yang dibelakangnya siaga terus megangin dia dibelakangnya sampai tarian beres. Karena emang gadis itu dibikin engga sadar. 

Setelah diberi aba-aba oleh si bapak, si gadis ini mulai menari.
Keunikan dari tarian ini adalah bila si gadis terkena saweran uang dari penonton, maka otomatis akan berhenti menari. Lalu dia akan dipegang tangannya oleh si bapak, dan gadis itu pun kembali menari. Dengan di iringi oleh musik yang dimainkan dibelakangnya, hal itu terus berulang sampai pertunjukan selesai. Entah karena adanya kamenyan, tapi aku merasa tarian ini agak mistis. Selain karena si gadisnya pun menari dalam kondisi tidak sadar.

Tapi, ya itu lah tarian Sintren. Tarian yang menjadi ciri khas kesenian dari daerah Cirebon, Jawa Barat. Aku pun merasa beruntung bisa datang ke tempat ini di waktu yang tepat, selain jadi tahu tentang kesenian khas daerah sini, aku juga jadi punya banyak pengetahuan baru dibuatnya. Cie. Padahal dulu aku taunya Taman Sari cuma ada di Jogja, dan tarian khas cirebon itu cuma tari topeng. hahaha.

Setelah berjalan-jalan di sekeliling cagar budaya dan mengambil berpuluh-puluh foto, akhirnya aku mulai lelah. Eh aku berkeliling ditemani dengan adik-adik lucu, yaitu Riva dan Alifa. Sebenernya kita seumuran, hanya saja aku kuliah lebih awal. Dan kemauan aku juga sih dianggap teteh  sama mereka hehe.

Ini mereka, yang kerudung pink itu Riva, dan dibelakang Alifa.


Akhirnya setelah 3 jam berada di tempat ini, sekitar jam 16.00 wib rombongan kami memutuskan untuk bertolak ke Bandung. Dan yap, berakhirlah hari ini dengan bahagia, Terimakasih Cirebon!

Salah satu bagian dari kawasan Taman Sari Gua Sunyaragi, Cirebon.