00.00
20 March 2024
"Selamat ulang tahun sayang.." said my husband while he entered our bedroom with a light of a tiny candle in his hand.
I suddenly cover my face under the blanket, and smile under it. Aku salting. Berdebar-debar sedikit, padahal bukan tahun pertama melewati hari ulangtahun sama dia.
Lalu dia memelukku, mencium keningku, mengatakan beberapa doa-doanya untukku, terakhir dia bertanya "Mau kado apa sayang tahun ini?"
Honestly, i can't really said what i want as a gift from him this year. Today, i just wanna being grateful, because i realize that i'm already blessed from the very first day i'm with him. Aku merasa bukan hari ulangtahun pun, dia selalu 'merayakan' keberadaanku.
The way he treated me, respected me, loved me, care for me everyday, is enough for me.
Dia yang selalu sama-sama merawat cinta denganku, membangun hubungan yang setara, memastikan segala kebutuhanku terpenuhi, memberikan tempat tinggal yang nyaman, membuat cita-cita rumah tangga bersama, mempersilahkan aku untuk melakukan hal-hal yang aku mau.
Setiap hari nya saling membantu dalam banyak hal. Kalau aku memasak dia akan mencuci piring kotornya.
Kalau dia mencuci, aku akan melipat cucian bersihnya.
Kalau aku membereskan barang-barang yg berserakan di rumah, dia akan mengambil sapu dan mengepel setelahnya.
Kalau aku kehilangan energy dan hanya ingin istirahat sambil main hape, dia membiarkanku, dan akan mengambil alih mengasuh anak kami hingga energyku kembali.
Kalau dia memandikan anak kami, aku yang akan menyiapkan makan nya dan menemaninya bermain setelah itu.
Kalau dia bekerja, aku akan menyiapkan keperluannya. Baju rapi, sarapan, dan memastikan barang-barangnya tidak ada yang tertinggal.
Dan setelah pulang bekerja, tanpa kusuruh, dia akan langsung mengajak anak kami bermain dan membiarkanku beristirahat.
Bila aku memasak atau melakukan banyak pekerjaan rumah, dia akan memberikan apresiasi kepadaku.
"Terimakasih ibu udah masak yang enak."
"Terimakasih ibu udah nyuci banyak sekali."
"Terimakasih ibu udah beberes rumah."
Dan yang aku salut darinya, dia tidak pernah mengeluh saat hal sebaliknya terjadi. Ada masanya aku tidak memasak, tidak membersihkan rumah, tidak mencuci. Bukannya marah-marah atau menegurku, tapi saat itu terjadi dia yg mengambil alih semuanya. Dia akan pergi membeli makan, membereskan rumah, membersihkan dapur, mengosongkan keranjang laundry, semata-mata agar pekerjaan rumah beres dan moodku membaik. Jadi aku akan semangat lagi melakukan pekerjaan-pekerjaan yg tidak pernah ada habisnya itu. Kukira dia mengerti lelahnya menjadi seorang istri karena harus melakukan rutinitas yang sama setiap hari. Jadi dia tau hal itu wajar terjadi.
Aku merasa, tahun ini keberadaannya merupakan kado terbaik untukku.
Hal-hal manis yang dia lakukan padaku setiap hari, barang-barang yang dia belikan untukku saat aku menginginkannya, waktu yang dia luangkan, kata-kata baik dan lembut yang dia ucapkan, perlakuan hangatnya setiap saat, hari ini aku hanya ingin mensyukurinya.
4th terakhir, entah berapa banyak malam yang sudah dia habiskan untuk memijat kakiku, membersihkan telingaku bergantian, terpaksa harus memasak mie instan karena aku tiba-tiba laper tengah malam, membuatkan aku ramuan jahe kalau aku terkena batuk, ini baru perlakuannya untukku, belum lagi kusebut apa saja yang sudah dia lakukan juga untuk anak kami.
Jadi, ulangtaun tahun ini, aku hanya akan menikmati dan mensyukuri keberadaannya. I'm very grateful and i thank Allah SWT that he's my husband. Baby, you need to know that your presence is a present for me. I love you, sayang. Thankyou so much for everything.
I'm fulled with love from you.
Terimakasih sudah membuat aku merasa cukup sebagai manusia.


























