Pengalaman Jalan-jalan ke Thailand
I Trip to another Country,
For the first time,
Just by my self.
PROLOG
Aku ingin naik pesawat, aku ingin liburan, dan aku ingin pergi ke luar negri.
Itu adalah salah satu keinginanku di tahun 2017. Untuk sebagian orang mungkin keinginan tersebut terkesan receh, tapi tentunya tidak buatku. 22 tahun menjalani hidup, aku hanya bisa memandangi pesawat dari atas tanah tempatku berdiri. Terkadang kerlipan lampu pesawat di malam hari, atau gumpalan asap mesinnya yang memanjang dan terlukis dilangit ketika siang, membuatku menggumam "kapan ya aku naik pesawat?".
Ketika matahari silih bergantian terbit dan tenggelam, aku pun tiba di satu titik dan menyadari suatu hal, bahwa tidak ada yang salah dengan keinginan kita, mimpi kita, harapan kita, baik itu harapan yang besar atau harapan yang super receh sekalipun. Sesungguhnya ucapan adalah do'a, itu benar, aku setuju, dan kita tahu pasti bahwa Allah tidak akan pernah tidur, dia selalu mendengar ucapan baik setiap hambanya.
Harapan tersebut akhirnya terbayar lunas, tidak tanggung-tanggung, aku naik pesawatnya jauh, pake passport.
![]() |
| My first flight experience in life:) |
Tahun 2017, aku naik pesawat, untuk pergi keluar negri, dan yang menyenangkan adalah tidak menggunakan uang pribadi. Meskipun aku tidak pernah untuk membayangkan pergi sendirian di pengalaman terbang pertamaku, but i did!
And here we are...
Bangkok, September, 2017.
Saat itu aku bekerja di sebuah perusahaan Tour and Travel, entah dalam rangka apa tiba-tiba saja bosku berkata "Ke Air Asia yuk Fath, beli tiket, bulan depan kamu ke Thailand ya!" ujarnya.
Aku terdiam. "Serius bu? Ngapain?" kemudian itu lah kata-kata yang terucap dari bibirku. Dia pun berkata "ya biar kamu tau aja disana gimana, kita kan jualan paket Thailand, masa nanti kalau dapet klien kamu ngejelasinnya asal." Masih dalam keadaan tidak percaya akan kata-katanya, akupun mengangguk. Senyum pun perlahan mengembang di bibirku.
Hari yang ditunggu pun tiba, dan disini lah aku sekarang, setelah kurang lebih tiga jam berada di udara, aku mendarat dengan selamat di Don Mueang International Airport, Bangkok, Thailand.
![]() |
| Welcome to Thailand! |
Jam menunjukan pukul 8.30 malam ketika aku tiba, setelah melewati proses imigrasi aku memutuskan untuk langsung mencari konter provider yang ada di bandara, mengapa? karna aku harus menghubungi teman bosku di Thailand untuk tahu bagaimana caranya aku sampai ke hotel. Ya, ketika tiba disana aku tidak dijemput oleh siapapun.
Aku saat itu membeli simcard plus kuotanya seharga 199 Bath (sekitar 80 ribu rupiah). Aku memilih simcard khusus turis dari provider DTAC yang berlaku selama 7 hari, harganya sudah termasuk kuota, sms, telepon dan sinyalnya sudah 4G.
Membeli simcard turis seperti ini menurutku cukup penting, apalagi kalau kamu akan menjalani aktivitas seharian, karna tentunya akan memudahkan kamu untuk berkomunikasi dan bila kamu ingin langsung mengupdate kegiatan kamu ke social media saat itu juga hahaha. Untuk kasusku, karna waktu itupun aku harus terus mengurusi pekerjaan dari jauh, dan berkoordinasi tanpa putus dengan bosku, jadi membeli simcard merupakan hal yang sangat tepat. Lagipula biasanya wifi hanya ada di hotel saja, dan kita berada di hotel ketika sudah malam hari, itupun pasti sudah lelah setelah seharian beraktivitas. Jadi, komunikasi kita dengan orang lain akan terhambat, apalagi kalau mau update, yang ada badan sudah capek duluan.
Bila sudah membeli kartu, kamu tidak perlu bingung bagaimana cara mengaktifkannya, karna penggantian simcard dan aktivasinya akan di bantu oleh petugas konter. Setelah mengganti nomer, aku langsung mengkontak teman bosku di Thailand, namanya Jack, owner salah satu agent tour travel di sana, yang spesialisasi tamunya khusus dari Indonesia, sehingga dia fasih berbicara menggunakan bahasa Indonesia, meskipun kadang dicampur dengan penggunaan bahasa Inggris.
Olehnya, Aku di bantu untuk cari taksi sendiri via telepon, dari gate 3 aku diarahkan untuk berjalan menuju ke gate 8, karena disana tempat taksi-taksi berkumpul.
Sebelum menuju gate 8, aku sempat mencoba untuk berjalan-jalan sekalian mencari makan. Namun makanan di bandara sangatlah mahal-mahal, dan Jack merekomendasikanku untuk membeli makanan Instant di Seven eleven.
Dari bandara menuju ke hotel tempatku menginap -- H Residence-- yang berada di tengah kota Bangkok, memakan waktu sekitar satu jam dengan tarif sebesar 350 Bath (sekitar 120 ribu rupiah) via Tol. Menurut Jack, itu adalah tarif yang wajar untuk jarak yang jauh dan perjalanan di malam hari juga melalui tol.
Di dalam mobil yang sedang melaju, aku menikmati pemandangan malam hari kota Bangkok. "Aku di Bangkok!", "Yash! Akhirnya aku ada di luar negri!", "Ya Allah terimakasih, Alhamdulillah." kurang lebih itulah kata-kata yang terus aku ucapkan di dalam hati, sambil menikmati lampu-lampu dari gedung pencakar langit yang aku lewati. Like, a dream came true, right? 💕
Sebelum tiba di hotel, aku menepi di Seven Eleven untuk membeli makanan instant. Di Bangkok kamu tidak akan kesusahan untuk mencari makanan, karena seperti Indonesia yang memiliki alfa/indomart di setiap 500m, begitu pula di thailand, kamu akan menemukan Seven Eleven yang berada dimana-mana dan berdekatan. Selain itu juga sebenarnya banyak penjual makanan kaki lima yang akan kamu temukan dengan mudah, harganya pun tergolong murah, sama seperti harga makanan kaki lima di Indonesia, tapi kamu harus hati-hati, karna tidak semua makanan yang dijual disana itu halal.
Trip day 1
![]() |
| Invoice Grab ke bandara, sama seperti sebelumnya, sekitar 120 ribu rupiah. |
Destinasi pertama yang aku kunjungi adalah 3D Art In Paradise Museum, yang berada di lantai 4 Esplanade Shopping Mall, Bangkok. Tempatnya seperti museum 3D kebanyakan, tricky eyes, full colour, dan sangat artistik. Aku menyarankan untuk tidak sendirian dateng ke tempat seperti ini, karena kamu akan repot foto-fotonya kalau datang sendiri. Ini pun aku minta tolong sama aa-aa yang ada:(
![]() |
| 3D Art In Paradise Museum, Bangkok. |
Masuk ke tempat ini, kita diharuskan untuk melepas alas kaki dan menitipkannya di tempat yang telah disediakan. Ada beberapa tema yang berbeda di setiap ruangannya, dan kita dibebaskan untuk berada disana tanpa dibatasi waktu alias bisa foto-foto sampai puas. Sebenernya tempat seperti ini sudah banyak di Indonesia, seperti di Bali, Jogja, bahkan di Bandung saja ada dua tempat hahaha. Tapi ini memang wisata selfie yang sedang hype dan menarik minat wisatawan, apalagi mereka yang sudah berkeluarga dan memiliki anak kecil.
Setelah kurang lebih berada di 3D Art In Paradise Museum selama 3 jam, rombongan kembali melanjutkan perjalanan ke destinasi selanjutnya yaitu Chocollate Ville. Menuju ke sana dari Esplanade Mall memakan waktu sekitar 40 menit.
Chocollate Ville adalah tempat wisata selfie, designnya yang unik menjadikan tempat ini memiliki daya tarik sendiri untuk wisatawan yang datang. Dengan eksterior nya yang dibuat ala-ala bangunan khas Eropa yang sangat aesthetic, kamu pasti akan kesulitan untuk berhenti mengambil foto. Ohya, kamu tidak disarankan untuk datang kesini sendirian, karena sekali lagi, itu akan menyulitkanmu mengambil gambar.
Disini selain tempat-tempat lucu yang bisa dijadikan sebagai background foto, ada juga restoran, booth booth yang menjual jajanan khas Thailand, dan toko-toko yang khusus menjual souvenir.
I arrived here at 5 o'clock, when the sun goes down, and makes me totally mellow. Yes! im a lilbit sad, because i spending my time in this beautiful place just by myself. 😔
![]() |
| Salah satu spot di Chocollate Vile, di dalamnya ada sungai yang memanjang. |
![]() |
| Bangunan ini akan kita temukan begitu kita menginjakan kaki disini, ketika malam bangunan tampak semakin manis dengan lampu-lampunya yang menyala. Pardon my shiny face😅 |
![]() |
| Yash! See you again! Someday i'll be back with someone, so i will taking a lot picture of me right here. |
Di Thailand, menemukan air yang mengalir di dalam kamar mandi merupakan suatu hal yang langka. Bagi kita orang Indonesia, tentu akan merasa aneh dan jijik. Tapi begitulah habit disana, mereka tidak menggunakan air untuk sanitasi, melainkan dengan tissu. Jadi, untuk kamu yang berencana liburan ke Thailand, jangan lupa untuk selalu sedia air mineral botol kalau kemana-mana. Itu bisa digunakan kalau kamu mau buang air ketika lagi jalan-jalan.
![]() |
| Al-Hilal Restaurant, Bangkok. |
![]() |
| Menu makanan yang disajikan. |
Akhirnya, setelah beraktivitas dari pagi hari, aku tiba juga di hotel. Hari ini aku bermalam di hotel Heritage srinakarin, Bangkok.
Hotel setaraf ***
Lokasi hotelnya ada di Kota Bangkok, namun aksesnya memasuki jalan yang lebih sempit, dan jauh dari jalan raya. Nah, selama di Thailand, hanya makanan di hotel ini saja yang tidak cocok di lidah aku, bahkan hingga rotinya pun tidak bisa aku makan. Entah rasanya atau apanya yang salah, padahal biasanya aku bisa makan apa saja, tapi disini seperti hilang selera untuk makan. Jadi sebenernya hotel ini kurang aku rekomendasikan sih. Aku kurang tahu berapa harga menginap semalam disini, karna semua akomodasiku sudah diurus oleh Jack.
Trip Day 2
Hari berikutnya, tempat pertama yang aku kunjungi adalah salah satu Icon dari negara Thailand, yaitu Wat Arun dan Wat Pho. Wat Arun sendiri merupakan bangunan candi Buddha, yang merupakan salah satu situs yang terkenal di Thailand. Adapun Wat Pho atau yang biasanya disebut dengan Candi Berbaring Buddha, berada satu komplek dengan Wat Arun dan dapat ditempuh dengan berjalan kaki. Disini juga dikenal dengan lahirnya pijat Thai tradisional. Dua bangunan tersebut, lokasinya berada di kota Bangkok, berdekatan dengan istana kerajaan negara Thailand, atau yang terkenal dengan nama The Grand Palace. Kebanyakan orang yang sudah pernah berkunjung ke Thailand, pasti pernah berfoto dengan latar belakang seperti fotoku dibawah ini hihi.
![]() |
| Wat Arun, Bangkok. |
Biasanya untuk dapat tiba di tempat ini, kita harus menaiki kapal mengarungi sungai Chao Praya, tetapi karna waktu itu kondisi arusnya sedang tidak kondusif, dan rombongannya rata-rata sudah sepuh, jadi kita naik bus hingga ke pintu gerbang sebelah barat. Saat itu di Thailand juga masih dalam masa berkabung, karna Rajanya meninggal dunia, sehingga di mana-mana kita dapat menjumpai foto Raja, karangan bunga dan tulisan in memoriam. Fyi, di Thailand itu masa berkabung untuk Raja nya yang meninggal akan diperingati selama satu tahun.
Nah, untuk kamu yangingin belanja oleh-oleh seperti baju, tas, sandal, gantungan kunci, bahkan hingga taplak meja, dan segala sesuatu yang berbau khas Thailand, tempat paling murah untuk belanja menurutku adalah pasar Wat Arun. Lokasinya ada di pinggir sebelah timur, yang jualnya paham bahasa Indonesia, menerima pembayaran menggunakan rupiah, dan harganya lebih murah dari semua tempat belanja.. Aku pun beli oleh-oleh hanya ditempat ini.
Oh ya, disini aku sempat terpisah dari rombongan. Jadi aku tidak sempat ke Wat Pho, karna keasikan beli buah dan berteduh dipinggiran, aku jadi ketinggalan.
Setelah makan siang, perjalanan dilanjutkan menuju Pattaya.
Dari Bangkok menuju Pattaya itu, ibarat menempuh perjalanan dari Jakarta ke Bandung. Meninggalkan hiruk pikuk ibukota menuju ke kota pinggiran, memakan waktu sekitar 3 hingga 4 jam melalui jalan tol.
Sebelum benar-benar memasuki kota Pattaya, rombongan singgah di Big Bee Farm. Jadi seperti namanya, Big Bee Farm adalah sebuah tempat peternakan lebah. Kalau kamu ke Thailand menggunakan jasa travel agent, kamu pasti akan diajak singgah di tempat ini. Sepertinya hampir semua agent tour travel bekerja sama dengan tempat ini, karna ketika disana aku melihat beberapa rombongan orang Indonesia dari agent travel yang berbeda.
Big Bee Farm ini juga merupakan tempat belanja, hanya saja produk yang diunggulkan disini adalah madunya. Kabarnya khasiat madu dari tempat ini sudah terbukti sangat baik untuk kesehatan, dan telah menjadi Best seller sejak waktu yang lama.
Disini guide nya ada yang berasal dari Indonesia asli. Dia akan mengajak rombongan untuk berkeliling melihat peternakan lebah dan akan memberi penjelasan untuk setiap produk yang mereka produksi. Disini aku tidak membeli madu, tapi aku membeli Ice cream yang terbuat dari madu, dengan variant rasa markisa. Dan benar saja, rasa Ice creamnya enak, madunya dan markisanya betulan terasa.
Menjelang maghrib, kami bertolak menuju pusat keramaian di kota Pattaya. Tidak seperti di Bangkok, pemandangan yang sangat bertolak belakang aku temukan disini. Di setiap pojokan jalan aku menemukan tempat pijat plus plus, juga club dan bar yang dipenuhi dengan perempuan setengah telanjang. Asman bilang, memang Pattaya ini kota yang bebas, bahkan disini hanya ramai ketika malam menjelang subuh. Kalau siang, sepi seperti tidak berpenghuni. Paling yang terlihat hanya rombongan wisatawan yang jalan-jalan. Dan karna Bangkok dekat dengan kerajaan, sehingga peraturannya lebih ketat. Jadi kita tidak akan melihat club atau bar di setiap pojokan jalan seperti disini.
Tiba di Pattaya, oleh Jack aku dibelikan tiket untuk nonton salah satu pertunjukan yang menjadi daya tarik disini, yaitu pertunjukan Cabaret Al Cazar.
![]() |
| Tampak luar gedung pertunjukan. |
Pertunjukan di helat selama satu jam, ada beberapa scene yang berbeda, dan ada beberapa cerita yang dipertontonkan. Di sela pertunjukan pun aku mendengar lagu dengan bahasa yang entah itu melayu atau bahasa Indonesia yang diputar diiringi dengan tarian penarinya. Ketika nonton ini aku mendapat kursi dipaling depan, alias kelas VIP. Lumayan, jadi nontonnya jelas.
Kemudian setelah selesai, semua talent akan keluar gedung pertunjukan untuk foto-foto dengan pengunjung. Tapi untuk pengunjung yang ingin berfoto bersama talent, wajib untuk menyelipkan uang tip ke mereka, dengan artian kalau ingin foto bareng kamu harus bayar hahaha. Waktu itu aku tidak tertarik untuk foto bareng, jadi aku melipir ke sevel terdekat untuk membeli cemilan.
Setelah selesai menonton pertunjukannya, aku dan rombongan menuju ke tempat makan malam di hotel A- one Royal Cruise Pattaya. Disini kita akan mendapatkan sensai makan di dalam cruise, karna memang designnya yang dibuat begitu menyerupai, ditambah pelayannya yang memakai seragam seperti ABK. Makanan yang dihidangkan bukan hanya seafood, tapi ada juga makanan western dan asian. Makanan disini adalah makanan yang rasanya paling enak selama aku makan di Thailand.
![]() |
| Dulu aku tidak begitu concern dengan make up, jadi setelah travel seharian, mukaku hinyay maksimal😅 |
Di Pattaya, aku bermalam di hotel JP Villa, setaraf hotel bintang 3. Lokasinya dekat dari keramaian, dan ada di pinggir jalan. Tapi hotelnya terkesan jadul, mungkin temanya memang klasik kali ya.
Sekitar jam 11 malam aku tiba di hotel. Sayangnya aku tidak bisa langsung istirahat, karna aku harus kembali ke Bangkok besok pagi-pagi sekali. Jadi, setelah selesai bersih-bersih aku menemui Jack, untuk menanyakan bagaimana aku kembali ke Bangkok. Malam itu juga Jack dibantu staff hotel mencari taksi. Sulit juga mencari taksi di tengah malam, aku pun dapat taksi jam 4 subuh dan langsung berangkat.
Kenapa kok nyubuh? Iya soalnya Bangkok itu mirip dengan Jakarta, macet dimana-mana. Dan lagi jarak dari Pattaya ke Bangkok itu memakan waktu 3 jam, daripada ketinggalan pesawat, lebih baik berangkat lebih awal. Sebenernya aku agak sedikit sedih sih, ke Pattaya hanya bisa menonton Al Cazar saja, padahal disini terkenal dengan tempat-tempat wisatanya. Tapi mau bagaimana lagi, segini juga aku udah bersyukur banget bisa jalan-jalan kayak gini.
Sekitar jam 11 malam aku tiba di hotel. Sayangnya aku tidak bisa langsung istirahat, karna aku harus kembali ke Bangkok besok pagi-pagi sekali. Jadi, setelah selesai bersih-bersih aku menemui Jack, untuk menanyakan bagaimana aku kembali ke Bangkok. Malam itu juga Jack dibantu staff hotel mencari taksi. Sulit juga mencari taksi di tengah malam, aku pun dapat taksi jam 4 subuh dan langsung berangkat.
Kenapa kok nyubuh? Iya soalnya Bangkok itu mirip dengan Jakarta, macet dimana-mana. Dan lagi jarak dari Pattaya ke Bangkok itu memakan waktu 3 jam, daripada ketinggalan pesawat, lebih baik berangkat lebih awal. Sebenernya aku agak sedikit sedih sih, ke Pattaya hanya bisa menonton Al Cazar saja, padahal disini terkenal dengan tempat-tempat wisatanya. Tapi mau bagaimana lagi, segini juga aku udah bersyukur banget bisa jalan-jalan kayak gini.
Tarif taksi dari Pattaya ke Bangkok itu cukup mahal menurutku, sebesar 1500 bath, setara 600 ribu rupiah. Waktu itu uangku tinggal 400 bath, untungnya Jack berbaik hati untuk membayarkan ongkos taksinya. Di tol aku menyempatkan mampir di sevel untuk membeli sarapan, aku beli dua, untukku dan untuk driver. Aku sengaja tidak beli di bandara, karna makanan di bandar Don Mueang itu mahal-mahal, dan disana Seven Eleven jauh sekeli tempatnya, hampir diluar bandara. Tiba di bandara jam 7 lebih, counter check in belum buka, jadi aku memutuskan untuk bersih-bersih dan makan dulu. Setelah check in, aku membeli sedikit makanan oleh-oleh untuk dibawa pulang di dalam bandara.
Akhirnya, berakhir juga jalan-jalanku di Thailand. Meskipun di hari terakhir aku tidak tidur dan juga tidak mandi pagi, tapi aku bener-bener happy! 😍
Akhirnya, berakhir juga jalan-jalanku di Thailand. Meskipun di hari terakhir aku tidak tidur dan juga tidak mandi pagi, tapi aku bener-bener happy! 😍
Setelah perjalanan ini, aku bener-bener berencana untuk kembali ke Thailand untuk Liburan yang sesungguhnya.
I'll see you again, someday.
![]() |
| Jack dan Asman, Tour Guide on duty. |
![]() |
| Jack, owner Fullmoon Paradise Tour Thailand. |
FYI
- Di Thailand, tidak semua orang bisa bicara dan paham bahasa Inggris. Aku pun ketika naik Grab, menggunakan fasilitas Google voice translate dan sedikit bantuan bahasa tubuh. Jadi untuk kamu yang mau berangkat ke Thailand tanpa bantuan travel agent, kamu harus mempersiapkan diri untuk itu.
- Tidak ada air mengalir di kamar mandi. Hampir semua tempat (kecuali di restoran halal), karna memang habit disana seperti itu, mereka sanitasinya pake tissu. Buat kita orang Indonesia yang ngga biasa kaya gitu pasti bakal terasa jijik. Oleh karna itu, untuk mengakalinya, kalau akan memulai perjalanan, jangan lupa untuk membawa botol air mineral, jadi saat ingin buang air, kamu bisa bawa itu sebagai bantuan sanitasi kamu. Nah kalau di hotel, disetiap kamar pasti disediakan gelas, kamu bisa mengalih fungsikan benda tersebut jadi gayung.
- Thailand itu kalau sedang musim panas, cuacanya luar biasa panas. Jadi jangan lupa pake Sunscreen, bawa kacamata, topi, atau bahkan kamu bisa bawa kipas portable kalau punya.
- Orang Thailand ramah-ramah, jangan lupa senyumin atau bilang Khob Khun kha (artinya terimakasih untuk cewek) bila selesai berbelanja.
- Lebih baik siapkan uang Bath dari Indonesia, karna kalau kamu menukar uang di Bandara atau Money Changer disana agak ribet.
- Kurs Indonesia ke Thailand ada di angka Rp. 403/1 Bath (waktu aku pergi), sekarang setelah di cek lagi sudah menguat ke Rp. 430/1Bath.
- Cari Flight Time yang sesuai dengan jadwal Trip. Jangan kaya aku, nanti berasa lama dijalan. 4 hari rasa 2 hari:( Waktu itu aku sampe jam 8 malem, dan itu udah di hitung sebagai hari pertama. Lalu, pulangnya jam 10 pagi, itu udah dihitung sebagai hari keempat. Artinya, aku rugi waktu di hari pertama dan terakhir. Disarankan untuk cari flight yang sampe ke Bangkoknya pagi/siang, dan pulang ke Indonesianya sore/malem. Dengan begitu, waktu liburan kamu akan maksimal.
- Tidak ada perbedaan waktu di Indonesia dan Thailand.
Semoga tulisan ini bermanfaat ya! Selamat liburan~


























1 comments
Sangat bermanfaat kak tulisannya. Semoga bisa jalan jalan lagi ya. Tapi sama aku jalan jalannya 😘😘😘
ReplyDelete