Latest Posts

ANALOGI: BINTANG DAN BULAN

By 8:44 PM , , , ,

Kalau ada sinar yang bisa menerangi aku mendekati sinarnya Bintang yang telah meredup, itu ialah sinarmu Bulan.

Sejatinya Bintang terbuat dari bola-bola gas bersuhu tinggi yang bercahaya, maka dari itu Bintang dapat memancarkan sinarnya sendiri. Berbeda dari Bintang, melalui sinar yang dipantulkan oleh matahari, baru lah Bulan dapat memancarkan cahayanya.
Namun tetap saja, bagiku keduanya tampak mempesona.

Bulan dan Bintang, 
keduanya begitu indah sekalipun dilihat dengan mata telanjang.
Ada rasa nyaman yang menenangkan,
bila menatap keduanya dari kejauhan.

Malam memiliki Bintang seutuhnya.
Ia bisa menikmati cahaya kerlipnya hingga bosan,
Hingga pagi datang untuk berganti peran.
Keduanya menjelma menjadi sebuah kesatuan.
Bagaikan bongkahan-bongkahan es meteorit,
Yang bersatu dan menjelma menjadi cincin raksasa,
Mengakibatkan saturnus menjadi yang terindah dari semua gugusan.

Adapun Bulan, ia dibuat untuk tergila-gila pada matahari,
Karena tanpa-nya ia tidak bisa memancarkan cahaya.
Berbeda dari Bintang,
Bulan selalu ada mengitari bumi baik siang ataupun malam.
Hanya saja cahayanya menghilang,
terhalang pesona mentari dikala pagi.

Bintang Kejora,
ialah julukan yang diberikan oleh penghuni galaksi bima.
Kala malam datang dan Bintang mulai meraja,
Kejora akan terlihat mengerlip di sisinya.
Pernah terjadi dalam suatu masa,
Bintang membuat Kejora menjadi yang paling terang.
Hingga mengundang decak kagum para penghuni bumi,
Yang kemudian bisiknya menggema memenuhi angkasa raya.
Membuat Malam merasa cemburu dan tidak terima.

Namun sayang,
Bintang dan Kejora bukanlah sebuah kesatuan.
Kejora bukanlah Malam.
Bahkan sama seperti Bulan,
Sinarnya merupakan bias dari penghuni galaksi lain.

Bintang yang kemudian tiba-tiba meredup,
membuat Kejora terhempas dan terjun bebas.

"Bintang kejora jatuh ke bumi."
Begitu teriak orang-orang yang melihat angkasa pada dini hari.
Jauh sebelum cahaya Bulan memudar,
Dan sebelum matahari mulai memancarkan sinar.

Bulan tersentak,
Ada apa gerangan?
Namun matahari kembali bersinar kemudian.

Malam menyeruak dengan angkuh,
seolah berkata bahwa Bintang miliknya utuh.
Tanpa merasa iba pada Kejora,
ia membuat Bintang kembali bercahaya.
Berdua merajai Malam, dalam sebuah gandengan tangan.

Kejora menyatu pada bumi.
Meninggalkan kehidupannya dalam bima sakti.
Ketika mendongak di kala gelap,
Ada sinar yang lain yang membuatnya terkesiap.
Itulah Bulan.
Melempar senyum indah yang meneduhkan.

Kala termenung Kejora tersadar akan satu hal.
Disatu waktu ia menemukan sesuatu yang tak terbilang,
Ialah dua sinar terang yang menyenangkan,
Yang sama-sama menghadirkan perasaan damai,
Perasaan nyaman,
Hingga ketenangan.
Tapi juga memiliki sebuah kesamaan lain,
Yang tak terbayang sekalipun ingin.

Credits to @AAMinudin.

Kejora tahu,
Bahwa Bulan dan Bintang adalah keindahan.
Yang bahkan,
... Tidak terjangkau sedikitpun, bahkan tidak dengan sebuah harapan.

Bandung, Agu'16.


You Might Also Like

0 comments