Taman Sari Gua Sunyaragi, Cirebon.
Jam 7 pagi aku dan teman-teman bertolak dari Bandung menuju Cirebon. Setelah menempuh perjalanan melalui sumedang, yang dilanjut melewati majalengka, dan didominasi oleh trek yang berkelok-kelok selama kurang lebih 4 jam, akhirnya rombongan kami sampai juga.
Disambut dengan teriknya matahari, juga udara yang mencapai 31 derajat celcius pada jam 11 siang, menjadi tanda perkenalan pertamaku dengan Kota Cirebon.
Pada awalnya aku dan juga teman-temanku, berangkat ke Cirebon untuk menghadiri resepsi pernikahan salah satu senior LPIK yang kukenal di kampus. Tapi setelah selesai menghadiri acara tersebut, salah satu teman mengusulkan untuk mengunjungi salah satu destinasi wisata yang tidak jauh dari lokasi kami berada, "Istirahatlah dulu lah sebentar disana, sebelum balik Bandung lagi," katanya. Jadi, bisa dibilang ini merupakan jalan-jalan yang tidak direncanakan.
Taman Sari Gua Sunyaragi, Cirebon.
| Taman Sari Guan Sunyaragi, Cirebon, Jawa Barat. |
| Ini ketika masuk ke dalem bangunan yang terbuat dari bebatuan. So so-an candid hahaha |
Bonus Keberuntungan
Ternyata, rombonganku kesana datang di waktu yang tepat. Karena untuk memberikan pengunjung hiburan dengan mengenalkan kesenian khas Cirebon, di hari itu digelar pertunjukan tari yaitu kesenian tari Sintren yang biasanya digelar sebulan sekali. Pertunjukan digelar di anjungan yang aku bilang di atas.
Tari Sintren ini dimainkan oleh seorang gadis dan diiringi oleh musik tradisional juga dilengkapi oleh kamenyan, katanya untuk menjadi penari Sintren ini si gadis haruslah masih perawan. Didampingi oleh empat orang laki-laki yang mengenakan baju pangsi, si gadis mulai memasuki bagian depan bangunan dimana tempat pertunjukan akan digelar hanya menggunakan baju kaos biasa yang dipadukan dengan celana training.
| Persiapan yang dilakukan sesaat sebelum pertunjukan dimulai. |
Setelah kamenyan menyala, selanjutnya seluruh badan si gadis diikat oleh tali tambang kecil berwarna hijau. Dimulai dari leher, badan, tangan, hingga ke kakinya dan kemudian seorang bapak-bapak membaca jampe-jampi padanya. Entah bagaimana caranya gadis itu pun dibuat tak sadarkan diri dan selanjutnya dimasukan ke dalam kurungan ayam seperti yang ada di foto.
| Si Gadis dimasukan ke dalam kurungan ayam yang ditutupi oleh samping, dan bapak-bapak yang dibelakang itu membaca jampe-jampi. |
Sesaat aku terpikir mungkin ini trik sulap, si gadis diikat seluruh badannya lalu dalam hitungan menit bisa melepaskan ikatan itu sendiri di dalam kurungan. Dan ternyata itu benar. Setelah beberapa saat, kurungan ayam dibuka dan taraaaa.. si gadis sudah berganti pakaian. Sekarang dia memakai kostum tari khas yang biasanya memang dikenakan oleh penari sintren, dilengkapi dengan kacamata hitam.
Setelah diberi aba-aba oleh si bapak, si gadis ini mulai menari.
Keunikan dari tarian ini adalah bila si gadis terkena saweran uang dari penonton, maka otomatis akan berhenti menari. Lalu dia akan dipegang tangannya oleh si bapak, dan gadis itu pun kembali menari. Dengan di iringi oleh musik yang dimainkan dibelakangnya, hal itu terus berulang sampai pertunjukan selesai. Entah karena adanya kamenyan, tapi aku merasa tarian ini agak mistis. Selain karena si gadisnya pun menari dalam kondisi tidak sadar.
Tapi, ya itu lah tarian Sintren. Tarian yang menjadi ciri khas kesenian dari daerah Cirebon, Jawa Barat. Aku pun merasa beruntung bisa datang ke tempat ini di waktu yang tepat, selain jadi tahu tentang kesenian khas daerah sini, aku juga jadi punya banyak pengetahuan baru dibuatnya. Cie. Padahal dulu aku taunya Taman Sari cuma ada di Jogja, dan tarian khas cirebon itu cuma tari topeng. hahaha.
Setelah berjalan-jalan di sekeliling cagar budaya dan mengambil berpuluh-puluh foto, akhirnya aku mulai lelah. Eh aku berkeliling ditemani dengan adik-adik lucu, yaitu Riva dan Alifa. Sebenernya kita seumuran, hanya saja aku kuliah lebih awal. Dan kemauan aku juga sih dianggap teteh sama mereka hehe.
| Ini mereka, yang kerudung pink itu Riva, dan dibelakang Alifa. |
Akhirnya setelah 3 jam berada di tempat ini, sekitar jam 16.00 wib rombongan kami memutuskan untuk bertolak ke Bandung. Dan yap, berakhirlah hari ini dengan bahagia, Terimakasih Cirebon!
| Salah satu bagian dari kawasan Taman Sari Gua Sunyaragi, Cirebon. |
2 comments
Sayangnya, saat itu tak ada diri yang sedang dijebak waktu dan kejauhan. 😒
ReplyDeleteiya sayang sekali, jadi kamu ngga ikut merasakan sensai di dalam mobil kaya waktu itu hahaha
Delete